Terkini

Milikku

0
PUISI-PUISI KANIS REDE Milikku Orang-orang berbicara dalam kasak-kusukUngkapan diri ditekan kataHingga makna ditelan langkah Apa yang terpegang hari iniMasihkah?Segenggam kisah cerita Romeo dan JulietMenghampiri seorang gadis jelitaBerjalan di subuh merahDengan sayur-mayur di punggungMembuat hati meramu membisukan pilu Luar biasa…Seorang aku dan engkauTidak ada milikku atau pun milikmuKarena tanpa engkau dan akuTidak ada cinta Dengan milikmu dan milikkuTidak ada cintaTetapiMilikmu dan milikkuBerasal dari engkau dan...
Oleh: Juwendra Asdiansyah Lemah verifikasiMiskin independensi Beritakan suap gencarBerburu amplop pun lancar Reportase korupsi menderasNarasumber tetap diperas Kode etik tidak pernah pahamKode anggaran tahu luar dalam Etika masuk kotak sampahIdealisme tinggal sejarah Dekat-dekat dengan pejabatMalah menjauh dari rakyat Memberitakan kasus gebyah uyahTapi baper jika narasumber marah Buat berita macam arisanSatu liputan, lainnya copy barengan Hari ini A yang buat, B C D ngopi2Besok D yang bikin, A B...

Ibu

0
PUISI-PUISI KANIS REDE Ibu Ibu…Masihkah kau ingat cerita semalam yang engkau katakan kepadaku? "Kamu nakal, kamu cerewet" Membuatku tersedu piluMenyisakan sungai keringdibalik layar kerutan wajahku Ibu…Engkau selalu berkata kepadaku "Aku sayang padamu, aku cinta padamu" Membuat nadar hatiku bersorak ceriaTertawa terbahak-bahakMenandakan aku juga sayang dan cinta padamu Ibu…Hari ini juga masih saja kulihatDibalik kerutan wajahmuMenyimpan sejuta senyumMematahkan langkahki yang kemarin tak bermaknaAku takkan lupa tentang secarik pesanmu...

Cantik Itu Luka

0
PUISI-PUISI KANIS REDE Cantik Itu Luka Terlihat di belahan kelopak matamuMenyisakan goresan alunan garis merah meramuMenandakan tentangmu, tentang kitaYang masih bersua meramu di dalam waktu Terlihat sore kelabu mengecilAwan terlihat hitam mengaisMenyisakan waktu merana bersamamu Aku masih ingat tentang semalamTentang kita yang pernah bersuaDibalik tembok mengeroposMembuat mulutku kaku terkutukOleh sebilah lidahmuMembuatku meramu membisukan pilu Penjara Suci Di balik jeruji besiAku termenung di bawahnyaTerlihat ribuan jiwa...
Oleh: Kanis Rade Manisnya mentari pagiMenghitung sejuta kata dalam dekapan maknaTerlihat alunan kecupan dibelahan bibirMembayar lunas kepastian kesetiaan Secangkir kopi panasMenyatukan ke dunia imajinasiMendominasi percakapan kopiIa menceritakan banyak halTentang panasnya hidup Terukir pada pagi yang tak lagi kelamTerlihat seorang petualang mudaBerwajah cerah dermawanBerbaris di pelantaraan lorong kebisuan Terlintas langit kelabu bumi abu-abuMembasahi hati hingga benih cinta bertumbuhBersua menikmati buah cinta perhatianMembuatmu berkeringat piluMemohon...