Oleh: Gabriel Sarong Semua orang akan pergi, tidak begitu dengan kenangan. Ia memilih sendiri tempatnya di hati, semesta ikut mencatat itu. Di Utara Waelengga, ratusan kaki dari bibir pantai yang menyuguhkan riak-riak basah air laut, terbentang dengan maha luasnya Padang Ma’u Sui. Sungguh pahatan Tuhan yang sedemikan indah tanpa cacat cela. Hujan menyapa kami. Rupanya Ia telah jatuh lebih dulu sebelum kami...

Marlina

0
Oleh: Stefan Bandar Desember awal 2007, kisah piluh dari Kampung Ademos di Pulau Utopia. Kisah yang kurangkai menjadi sebuah cerita. Entahlah, apakah aku akan kembali bertemu dengannya esok hari atau mungkin tidak akan pernah lagi. Tapi di sini, kenangan itu akan abadi tergenang. Di bawah gubuk tua, kami duduk melingkar. Gubuk tua milik Pak Kasin, seingatku, yang tak dipakainya lagi. Gubuk...
Oleh: Stefan Bandar Aku dilahirkan dari rahim seorang Ibu, wanita yang sangat mencintaiku. Bagiku, Ibu adalah wanita terhebatku, sehebat caranya membesarkan aku seorang diri. Seluruh kasih sayangnya dicurahkan kepadaku. Aku tidak pernah merasakan kekurangan, sebab Ia selalu memberikan apa yang aku minta. Ia menyiapkan semua yang aku butuhkan. Tentang Ayahku, Ia adalah seorang lelaki yang meninggalkan aku dan Ibu tanpa sebab....

Leonchya

1
Oleh: Yasintus Dawi Di tepi pantai itu, senja kian melebur. Keindahannya yang sedari tadi tanpa lelah menemani beberapa bocah yang asik berlarian di pinggiran pantai, kini semakin meredup. Aku masih tetap di sana, sesekali terus mengamati beberpa bocah yang asik berlarian, seolah enggan untuk kembali. Bersamaan dengan percikan ombak pada pinggiran pantai, langit mengugurkan hujan Januari yang memaksa beberapa bocah sesegera...

Selamat Natal Riany

0
Oleh: Stefan Bandar Mentari kini beranjak ke barat. Langit yang membiru mulai menguning. Cahaya mentari yang sedari tadi benderang kini mulai redup. Sebentar lagi matahari itu menyentuh bibir pantai dan langit akan kembali gelap. Angin malam perlahan berhembus menggoyangkan dedaunan yang masih bercokol pada ranting-ranting kayu. Beberapa helai berjatuhan tanpa bersorak. Akh, benar. Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Aku...

Wanita Perawat Lara

0
Oleh: Yasintus Dawi Riuh ombak sore itu, menjadi teman terbaik meyaksikan senja yang hendak tenggelam di langit barat. Suasana pantai nampak sepi. Hanya beberapa bocah yang sedang asyik berlari-lari di bibir pantai, seolah tidak menghiraukan gelap yang mulai mengintip. Aurelya, masih betah dengan kesendiriannya. Pandangannya melayang jauh, jatuh pada ujung lautan yang membentang di depannya. Raut wajahnya enggan tersenyum, meski...
Oleh: Arie Putra Tahun-tahun yang lewat adalah sejarah yang pandai mengubur luka. Entah untuk apa kita mengenang bimbang yang kadaluwarsa atau merobek sakit yang sembuh? Tentu saja Ia memiliki alasan, untuk menjadi bagian terbesar dari masa lalunya. Masa lalu yang terjebak dalam anatomi tubuhnya. Ia pernah mencoba membunuh diri saat keputusasaannya terhadap kehidupan memuncak. Akan tetapi, Ia berpikir dua kali....

Jalan Lau Pe

0
Foto.Ilustrasi (net)
Oleh: Arie Putra Setiap kali Lau Pe pulang, jalan satu-satunya yang pasti Ia lewati adalah Jalan Kembali. Ada beberapa rumah yang berjejer di kiri kanan Jalan Kembali. Lau Pe hapal betul rumah-rumah itu. Model pintu, letak jendela, serta warna cat setiap rumah, lekat dalam ingatannya. Rumah pertama dari arah timur adalah rumah dengan alamat Jln. Kembali No 1. Penomoran rumah...
Oleh: Yasintus Dawi Pada suatu senja saat langit kian meremang. Bukan seperti senja-senja sebelumnya di mana kuhabiskan waktu untuk menjemput malam pada baranda rumah sembari ditemani secangkir kopi hitam dan beberapa batang rokok. Namun kali ini aku memilih menghantarkan mentari menuju peraduannya pada sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalku. Di taman itu aku biasanya mengakrabkan segala...

Cerita Ibu di Cafe

1
Oleh: Ovan Setu Tujuh puluh lima tahun yang lalu dan esok tujuh puluh lima tahun ke depan hingga seribu tahun ke depan serta di hari ini kau bergumam “Indonesia Maju.” Pagi-pagi sekali, aroma kopi keluar menabarak dinding-dinding halar rumah pangung yang berukuran sedang. Waktu itu, Rian teramat lelah lalu bangun dengan sempoyongan. Ia tidak marah hanya sedikit bergumam “ Akh ibu,...

Ikuti Kami

1,021FansSuka
PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Sastra Terpopuler