Dhony Jematu* Di bawah mentari pagi, kita berteduh dan berkaca dalam beningnya fajar, tatkalah mataku dan matamu hanya mampu melihat kita. Rupa yang dipantulkan adalah rupa tentang kita. Sambil menyeruput secangkir kopi, berbincang soal bagaimana mereka hingga masa tuapun berteman bahagia.Rambut yang pada masanya dulu hitam, dan kulit yang sekarang menjadi kusam bahkan keriput karena termakan usia tidak mengurangi cinta...
Desar-desir dan hiruk-pikuk megelabui mata. Pertama kali ke tempat ini merupakan referensi yang menjadi multitafsir tentang bandara. Pelukan dan kecupan mesrah mewarnai suasana, air matapun turut menampar wajah mereka yang datang dan pergi. Menarik untuk didalami suasananya. Eh, tapi jagan larut apalagi jatuh cinta dengan cuplikan ini. Namanya saja bandara. Bagi sebagian orang, disanalah tempat rasa beradu.

Namanya Rani

0
Oleh: Waldus Budiman Hujan tak turun lagi. Angin semakin kencang seperti kemarin. Di halaman rumah yang berukuran 9×25, daun kering berserakkan. Di samping pintu gerbang ada pot bunga yang tanahnya sudah mulai keras dan bunganya sudah mati. Maklum, musim kemarau tahun ini benar-benar ganas. Tapi ini akan berakhir dalam waktu dekat. Sebab, di langit sana awan mulai menumpuk membentuk bulatan tidak...
Oleh: Ignasius Tulus Selamat malam, enu. Bagaimana kabarmu saat ini, enu? Saya harap engkau baik-baik saja, meski tak bersamaku lagi. Enu, masih ingat saat pertama kali kita jumpa?. Ketika itu, saya dengan penuh keberanian mendatangi rumahmu. Saya bertemu ayah, ibu dan semua sanak saudaramu. Mereka sangat baik. Enu mungkin tidak ingat lagi akan pertemuan itu, karena saat ini posisiku yang dulu bersamamu...
Sudah cukup lama aku tidak mendengar kabar darimu, Terkadang terbesit rasa ingin kembali tetapi aku sadar jika “Angin yang berhembus ditempat yang sama akan berbeda arahnya” . Sempat Sangat Tidak Percaya, Saat Kau Mengatakan “Kita Tak Lagi Bersama” Jika harus mengingat kembali pertemuan kita sangat sederhana, berawal saat kau bercerita disalah satu chat sosmed tentang hubunganmu dengan dia yang sempat goyah...
Oleh: Gabriel Sarong Semua orang akan pergi, tidak begitu dengan kenangan. Ia memilih sendiri tempatnya di hati, semesta ikut mencatat itu. Di Utara Waelengga, ratusan kaki dari bibir pantai yang menyuguhkan riak-riak basah air laut, terbentang dengan maha luasnya Padang Ma’u Sui. Sungguh pahatan Tuhan yang sedemikan indah tanpa cacat cela. Hujan menyapa kami. Rupanya Ia telah jatuh lebih dulu sebelum kami...

Marlina

0
Oleh: Stefan Bandar Desember awal 2007, kisah piluh dari Kampung Ademos di Pulau Utopia. Kisah yang kurangkai menjadi sebuah cerita. Entahlah, apakah aku akan kembali bertemu dengannya esok hari atau mungkin tidak akan pernah lagi. Tapi di sini, kenangan itu akan abadi tergenang. Di bawah gubuk tua, kami duduk melingkar. Gubuk tua milik Pak Kasin, seingatku, yang tak dipakainya lagi. Gubuk...
Oleh: Stefan Bandar Aku dilahirkan dari rahim seorang Ibu, wanita yang sangat mencintaiku. Bagiku, Ibu adalah wanita terhebatku, sehebat caranya membesarkan aku seorang diri. Seluruh kasih sayangnya dicurahkan kepadaku. Aku tidak pernah merasakan kekurangan, sebab Ia selalu memberikan apa yang aku minta. Ia menyiapkan semua yang aku butuhkan. Tentang Ayahku, Ia adalah seorang lelaki yang meninggalkan aku dan Ibu tanpa sebab....

Leonchya

1
Oleh: Yasintus Dawi Di tepi pantai itu, senja kian melebur. Keindahannya yang sedari tadi tanpa lelah menemani beberapa bocah yang asik berlarian di pinggiran pantai, kini semakin meredup. Aku masih tetap di sana, sesekali terus mengamati beberpa bocah yang asik berlarian, seolah enggan untuk kembali. Bersamaan dengan percikan ombak pada pinggiran pantai, langit mengugurkan hujan Januari yang memaksa beberapa bocah sesegera...

Selamat Natal Riany

0
Oleh: Stefan Bandar Mentari kini beranjak ke barat. Langit yang membiru mulai menguning. Cahaya mentari yang sedari tadi benderang kini mulai redup. Sebentar lagi matahari itu menyentuh bibir pantai dan langit akan kembali gelap. Angin malam perlahan berhembus menggoyangkan dedaunan yang masih bercokol pada ranting-ranting kayu. Beberapa helai berjatuhan tanpa bersorak. Akh, benar. Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Aku...

Warning: number_format() expects parameter 1 to be float, string given in /home/u1533394/public_html/story/wp-content/plugins/td-social-counter/shortcode/td_block_social_counter.php on line 1108

Ikuti Kami

1,021FansSuka
PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Sastra Terpopuler

Tips Lupakan Mantan

0

Tarian Gadis Bayang

0

Itulah Dia

0

Kehangatan

0