Oleh: Yasintus Dawi Riuh ombak sore itu, menjadi teman terbaik meyaksikan senja yang hendak tenggelam di langit barat. Suasana pantai nampak sepi. Hanya beberapa bocah yang sedang asyik berlari-lari di bibir pantai, seolah tidak menghiraukan gelap yang mulai mengintip. Aurelya, masih betah dengan kesendiriannya. Pandangannya melayang jauh, jatuh pada ujung lautan yang membentang di depannya. Raut wajahnya enggan tersenyum, meski...
Oleh: Arie Putra Tahun-tahun yang lewat adalah sejarah yang pandai mengubur luka. Entah untuk apa kita mengenang bimbang yang kadaluwarsa atau merobek sakit yang sembuh? Tentu saja Ia memiliki alasan, untuk menjadi bagian terbesar dari masa lalunya. Masa lalu yang terjebak dalam anatomi tubuhnya. Ia pernah mencoba membunuh diri saat keputusasaannya terhadap kehidupan memuncak. Akan tetapi, Ia berpikir dua kali....

Jalan Lau Pe

0
Foto.Ilustrasi (net)
Oleh: Arie Putra Setiap kali Lau Pe pulang, jalan satu-satunya yang pasti Ia lewati adalah Jalan Kembali. Ada beberapa rumah yang berjejer di kiri kanan Jalan Kembali. Lau Pe hapal betul rumah-rumah itu. Model pintu, letak jendela, serta warna cat setiap rumah, lekat dalam ingatannya. Rumah pertama dari arah timur adalah rumah dengan alamat Jln. Kembali No 1. Penomoran rumah...
Oleh: Yasintus Dawi Pada suatu senja saat langit kian meremang. Bukan seperti senja-senja sebelumnya di mana kuhabiskan waktu untuk menjemput malam pada baranda rumah sembari ditemani secangkir kopi hitam dan beberapa batang rokok. Namun kali ini aku memilih menghantarkan mentari menuju peraduannya pada sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalku. Di taman itu aku biasanya mengakrabkan segala...
Oleh: Ovan Setu Tujuh puluh lima tahun yang lalu dan esok tujuh puluh lima tahun ke depan hingga seribu tahun ke depan serta di hari ini kau bergumam “Indonesia Maju.” Pagi-pagi sekali, aroma kopi keluar menabarak dinding-dinding halar rumah pangung yang berukuran sedang. Waktu itu, Rian teramat lelah lalu bangun dengan sempoyongan. Ia tidak marah hanya sedikit bergumam “ Akh ibu,...
Oleh: Usman D. Ganggang Suatu ketika, aku dan teman khususku, diundang pebisnis. Begitu masuk kantornya, kami disambut wanita bukan saja cantik fisiknya tapi suara manisnya menghipnotis kami. "Silakan duduk, Mas!," bisiknya sambil pasang senyum termanis pada bibir tipisnya. Karena bosnya lagi di ruang kerjanya, si cantik lagi manis tetap dengan suara merdunya berujar manis, "Mas, sabar ya. aku temui dulu bosku!"....
Oleh: Kanis Lina Bana Aku terkenang Mbero. Sebuah kampung kecil. Bagian dari wilayah Desa Bhamo, Kecamatan Kota, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di kampung kecil itulah, Mamaku, Theresia Djeok, dilahirkan. 72 Tahun lalu. Mamaku, anak seorang petani. Anak sulung dari, Opa Gaspar Bana dan Oma Martha Nggai. Opa Gaspar Bana, turunan Suku Nggeli dan, Oma Martha Nggai, dari...
Oleh: Chan Setu Apakah kau lupa, hari ini kita merayakannya kembali. Kau tidak pernah lupa sebelum-sebelumnya, bukan. Ada yang lain dari setiap cecap lidah, dia tidak lagi manis, tidak pula pahit, tidak juga tawar, hambar, tidak juga. Dia berbeda seperti putus tapi dia tidak sakit. Lebih menyiksa dari luka. Bahkan lebih resah dari sekadar gunda. Yuni, hari itu tampak bertanya-tanya. "Kok,...
Oleh: Latrino Lele Kisah cinta yang berlangsung begitu sempurna. Antara aku dan engkau yang kemudian disematkan menjadi kita dalam ikrar suci. Kita menjadi sepasang kekasih yang bahagia. Bahagia ketika melihat senyum manja nan asri tersungging di bibir mungil yang lugu, kala kita berjumpa. Bahagia kala kita melihat bintang gemerlapan cahayanya dalam dekapan langit tengah menemani kita di malam minggu yang...
Oleh: Chan Setu "Bangun... bangun sudah jam 06.00," teriak Ayah dari kamar kami. Seperti biasa, setiap pagi, ayah selalu membangunkan kami. Di rumah, setiap hari, Ayah selalu menjadi alarm bagi kami. Baik ketika bangun pagi, makan, mandi, belajar atau apa pun yang perlu kami kerjakan. Hari itu, hari minggu pertama di bulan Juli tahun 2017. Detusoko, hari itu tidak seperti biasanya....

Warning: number_format() expects parameter 1 to be float, string given in /home/u1533394/public_html/story/wp-content/plugins/td-social-counter/shortcode/td_block_social_counter.php on line 1108

Ikuti Kami

0FansSuka
PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Sastra Terpopuler

Casello

0

Sepi Merayu

0

Cantik Itu Luka

0