PUISI-PUISI NARDIANUS VIRGO Alang-alang di Hatiku Indahnya alam kau tebarkan pesonaMelalang buana di alam savanaKokoh akarmuHijau daunmuPutih bungamu Engkau tumbuh bagai biduk di lautanYang terombang ambingDi terpa ombakEngkau menariDi terpa anginLambai daunmuTebar bungamuTuk merasuki hatiku Engkau hadirSeakan tak bergunaDi halaman rumahkuKau tumbuh indahAku mencabutmu sampai layuTak ku sangkaPondok reot di ujung sanaKau relaKau berkorbanTuk menutupi dirinya Teduh rasanya angin sepoi-sepoiMelintasi pondok reotNamun engkau tetap...
Oleh: Hedwig Randalinggi Aku tidak pernah menginginkan pulangBahkan memimpikannya pun engganAku senantiasa mencumbui jarakYang membawaku jauh pergi Tapi memang seharusnya aku mulai melunakMerindukan pulang dan menyemai damaiDi sana, di hatiku Pada titik iniBukan karena inginkuTapi sesuatu menarikkuPerlahan masuk lebih dalam Diam-diam hatiku memberontakTak kuasa aku terkulai Aku…Perlahan belajar menerima nyataYang kuharap tak pernah terwujud Hingga jauh ke sana nanti Semoga akuTak sesering itu berkawan ego Damaikan aku,...

Rintik Rinduku

0
PUISI-PUISI INDRA PARERA Rintik Rinduku Lidah mengecap gelisahMengeluh tanpa suaraMenahan sakit yang teramat sangat Teriakan angin menukik masukMenyadarkan aku pada si mungil kecilMengalir tersipu malu di pelupuk mataOh, tidak… Aku bermandikan air mata Seperti rintik rindukuJiwa berontak melawan rinduRindu melawan sepi Dia datang secepat kilatPulang tanpa kompromi Dia itulah rinduRindu karena cinta yang menjauh Cinta adalah kamuYa, kamu Janji Jejak tak terlihat lagiKini hanya bayangan sajaBayangan yang hanya...
Oleh: Ingrida Santriana Nice Apa kabar setelah sebelas tahun berpisah?Aku rindu bersua mukaTidak apa-apa jika tak lamaAku hanya ingin menikmati senyummuDengan paras yang kian dewasa Dulu kemana-mana berduaTiada hari tanpa marah-marahSeperti orang dewasa yang tengah jatuh cintaTapi nyatanya saat itu usia kita masih terbilang beliaBelum waktunya berbicara tentang cinta Adakah terngiang di benakmuTentang senja kala ituSaat kau memarahikuLalu aku lariBersembunyi dan menangis...
Oleh: Sonny Kelen Suatu malam di ruang isolasiGelisah dan rahasia bertindih di lepas terasMungkin Ia - seorang perempuanBertubuh rampingBerbajuh ziarah di atas pelanaHanyalah masa lalu yang hidup sebagai kenanganIa berderai di ruang isolasi(Para dokter sedang mengusapnya di media sosial,di surat kabar, televisi atau tadio)Padahal rindu sudah menumpuk di tengah dada tuk pulangMerayakan pertemuan bersama mereka yang Ia namakan keluarga “Hanya ruas...

Untukmu

0
Oleh: Nardianus Virgo Wahai Engkau di kursi empukDengarlah ratapan tangisBarisan miskinBerakal penuh akhlak mulia Kata-kata manis diawal perjuanganmuMenggoda hati barisan miskinSenang hati menepuk tanganJanji sejahtera hanya di sebelah tangan Kini Engkau hadir berharap membawa pelitaPelita Engkau padamNeraka dibalik tanganmuBodoh dan malas itu lah miskin gayamu Sakit rasanya hatikuBagai tersayat pisau bermata duaEngkau menilaiku miskin dan bodohBukankah itu mencabik baju di dadamu? Oh… Engkau penguasaGunakan...
Oleh: Rian Laka Malam berlabuh di pesisir Pantai RiaTenang air sejauh mata memandangSunyi bagaikan Rujab Eltari Sepi tanpa penghuni Malam beradu di kursi putih Lopo Dia BisaMenghayal piluh soal kekosongan WabubGelap bagaikan Jalan BaktiYang lampunya tak lagi bercahaya Malam bertengkar dalam imajinasiMenyaksikan rebutan rating Partai KoalisiBerisik!Layaknya antrian panjang pengurusan e-KTP Apa karena Corona, lantas ombak tak lagi riuh?Atau karena pencemaran limbah debu, gelombang...

Peluk Bayang Sajak

0
Oleh: Rian Laka Malam dalam pelukan sajakRasa gundah menghunus isi hatiBatin gulana merintih tak bertepiBila bayangmu tumbuh di imajikuRindu menuai seribu arti Malam dalam pelukan sajakPerih meronta memeluk piluBerharap nyata ternyata mayaBila bayangmu hidup di relung hatiRindu beranak seribu makna Malam dalam pelukan sajakRaga terkatung dalam semuJiwa melayang tak terarahKata kalimat terus kurangkaiBeranak pinak di batas malam Untukmu bayanganYang selalu mampirMenjemput khayalkuJangan biarkan...
Oleh: Ata Tombe Tak ada yang lebih tabahDari hujan bulan JuniDirahasiakannya rintik rindunyaKepada pohon berbunga ituTak ada yang lebih bijakDari hujan bulan JuniDihapusnya jejak-jejak kakinyaYang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arifDari hujan bulan JuniDibiarkan yang terucapkanDiserap akar pohon bunga itu Hujan Bulan Juni adalah salah satu puisi yang membesarkan nama sastrawan besar Indonesia, Sapardi Joko Damono selain puisi "Aku...

Lima Bait

0
PUISI-PUISI ANJANI PODANGSA Lima Bait Dari sekian banyak waktu, aku memilih padamuDan Tuhan membiarkan ituKau lebih dari sekadar lebih untuk sebuah namamuPadamu yang sederhana aku merengkuh Suatu waktu aku menyaksikaan mereka berdatanganTermasuk akuSuatu waktu juga, aku melihat mereka satu persatu pergiTapi, tidak termasuk aku Biarkan sajaSetidaknya kita pernah jatuh cinta bersamaWalau pun pada akhirnya kau tak mau luka bersama jugaPada mulanya aku pernah...

Warning: number_format() expects parameter 1 to be float, string given in /home/u1533394/public_html/story/wp-content/plugins/td-social-counter/shortcode/td_block_social_counter.php on line 1108

Ikuti Kami

0FansSuka
PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Sastra Terpopuler

Jiwa yang Dirasuki

0

Untukmu

0

Waktu

0