Oleh: Rifand Apur

Jika suatu hari nanti, tanpa sengaja kita berjumpa disebuah tempat. Sapalah aku, sebagai seorang yang pernah menjagamu dalam doaku. Tentang aku, yang sempat percaya bahwa kau adalah belahan jiwa.

Lupakan saja, aku tidak akan mengutuk apapun dari perpisahan. Aku sudah memaafkanmu, aku tidak ingin membenci. Tetapi, aku berhak berdamai dengan diriku sendiri.

Belajar ikhlas untuk melepaskan sesuatu yang pernah menyakiti. Bagiku setiap kesalahan memang harus dimaafkan.

Sekarang, berbahagialah dengan pilihanmu yang baru. Seseorang yang mungkin menurutmu lebih segalanya dariku.

Untuk kebahagianku, aku melepaskanmu dengan tanpa membenci. Meski sebenarnya aku memang berhak untuk itu.

Jangan khawatir, apapun cerita-cerita manis tentang kita, ia tidak akan mendengar apa-apa. Pergimu yang menghianatiku, ia tidak akan tahu cerita sebenarnya.

Semoga, ia kau jaga dengan sebaik-baiknya.
Sungguh, ketika kau masih mengabariku dan bilang rindu, kukira kau memang masih menginginkanku, kukira kau masih menjaga persaanku. Dan, ternyata aku hanya jatuh cinta sendirian.

Apa kau tau, selama itu aku masih menjaga perasaanku untukmu? Sampai aku tau, bahwa kau tak lagi membutuhkanku hari ini sampai seterusnya.

Doakan saja aku, agar bisa kuat melihatmu bahagia. Darimu sekarang aku mengerti, bahwa cinta memiliki kekuatan besar untuk memaafkan dan mengampuni.

Terima kasih masa lalu yang sudah datang, untuk menghebatkan, bahwa hatiku pernah patah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here