Oleh: Ignasius Tulus

Selamat malam, enu. Bagaimana kabarmu saat ini, enu? Saya harap engkau baik-baik saja, meski tak bersamaku lagi.

Enu, masih ingat saat pertama kali kita jumpa?. Ketika itu, saya dengan penuh keberanian mendatangi rumahmu. Saya bertemu ayah, ibu dan semua sanak saudaramu. Mereka sangat baik.

Enu mungkin tidak ingat lagi akan pertemuan itu, karena saat ini posisiku yang dulu bersamamu diganti dengan orang lain. Tapi biarlah enu, biarkan itu menjadi memoriku saja. Enu, jangan lagi menyimpan memori itu. Bahagiakan hidupmu dengan lelaki yang saat ini bersamamu.

Enu, Malam ini aku tiba-tiba mengingat kembali perjumpaan itu. Secangkir kopi yang engkau suguhkan kepadaku saat itu, seakan masih terasa hingga saat ini. Dinginnya cuaca saat itu, terkalahkan oleh manisnya kopi yang engkau buat.

Enu, malam ini aku tiba-tiba ingin menikmati lagi kopi yang engkau buat. Ingin mendengar suara manismu yang menyebutkan “Nana, inung ga”. Sahutmu itu, sungguh ku rindukan.

Selamat malam, Enu.
Semoga engkau baik-baik saja.

Penyuka sastra, saat ini berdomisili di Kupang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here