Cinta

0
Oleh: Ino Sutam Cinta itu yang paling nyata,sebab dia ada pada badanyang ada dalam dunia nyata Cinta itu yang paling terang,sebab dia ada pada matayang melihat cahaya Cintaitu yang paling indah,sebab dia ada pada hatiyang merasakan keindahan Cinta itu yang paling kuat,sebab dia ada pada kehendakyang menembus horizon sejarah Cintaitu yang paling hidup,sebab dia ada pada jiwayang membuat semua adadan bergerak Cintaitu yang paling abadi,sebab...

Leonchya

0
Oleh Yasintus Dawi Di tepi pantai itu, senja kian melebur. Keindahannya yang sedari tadi tanpa lelah menemani beberapa bocah yang asik berlarian di pinggiran pantai, kini semakin meredup. Aku masih tetap di sana, sesekali terus mengamati beberpa bocah yang asik berlarian, seolah enggan untuk kembali. Bersamaan dengan percikan ombak pada pinggiran pantai, langit mengugurkan hujan Januari yang memaksa beberapa bocah sesegera...

Kekasih

0
Oleh Rian Laka Untukmu kekasih hatiYang selalu bertumbuhDalam sunyi imajiku Untukmu kekasih hatiYang selalu beranak pinakDalam rahim sepi narasiku Bak puisi yang kutetaskanDari pagi buta hingga malam tibaDi sepanjang jalan musim pandemi Sudahilah persembunyianmuSebab lirik-lirik yang kububuhiDari hembusan nafasku Ingin mengajakmu bersyairMelantunkan setiap detak waktuMenjadi kisah cerita bersama Jika engkau ingin bertualangMemburu sajak bersamakuHingga bab perjuangan usia Hanya satu pintakuBelalah sekeping kayuAngkatlah sebuah batuTemukan aku ada...

Terserah

0
Oleh Maria Yohana Juita Marsil Terserah… Saat tatapanmu memberi syaratSeakan menjelas ribuan teka-tekiYang menjadi sukar saat bibir hendak bergumamDengan rintikan tanyamu yang menggumpalAlur rasamu yang belum dipastikanDiiringi ritme bertabur gundaMasih belum peka dengan rasa yang tak terbalas Terserah… Caramu yang melupa dan akhir melukaMengguncang enggan berkutikTak mampu menyimpan canda yang menyeru hatiMelahir luka yang mengeping hati semakin menyerbukSenyummu melahir gagap disertai layu tak...
Salah Langkah Begitu aku percaya diri padamuTak ragu berkata meminta alamatSenyuman khas menghiasi wajahMembujuk hati ihklas memberiBerharap terindah kau berikan Kaki begitu berat melangkahPikiran tertuju pada alamatmuKu tunggu dengan setia menantiMenjawab aku puaskan hatiMengobati rindu tak kunjung sembuh Kedua kali aku percaya diriMendekati wajah penuh pesonaBerani berkata di mana kau tinggalTak sungkan memegang jemari tanganMembujuk hati ihklas memberi Niat tak bungkam seperti dibius...