Tangisan Puisi

0
Oleh: Rian Laka DibawahCurhatan langit tuadan perut bumiyang sedang hamil mudaImaji ku mengembara tak terarahbagai janin puisiyang tersesat di rahim malam Sementarakau hanyalah pengembara biasaTak bernyaliyang meludahi kesatriaan adamsaat hawa ditinggal pergiSeperti pemulung buntingyang kehausan gizi Dimanakahpundakmu yang kokohJika tanggung jawabmuBegitu sajakau robohkandengan komedi egomuyang tak lucu DimanakahNurani mu yang imaniJika malaikat kecil muKau tinggalkanPenuh derita dan air matabersemayam sepidi kandungan pilu Ternyatadi tanah...
Oleh: Rian Laka Pandemi cinta belum landai.Namun rinduku padamuTerus mengudara tanpa hentiSeperti kecapung yang terapung diudara Kucoba terbangkan rindukuMenembus gulungan kabut haruMeliukkan sayap ketulusan diangkasa rayapadaTapi kompas hati pilu tak sudi memastikan arahnya. Dalam hayal yang melegendaNurani membangunkan naluri sajakkuDari keranda hati yang terisyak sendiriImaji menuturkan sadarku Ternyata tanpa batas cuma rindu.Terbatas hanyalah pengertian.Karena, kita sedang berada diambangPerbatasan yang mungkin? semestinya demikian.! Jika diparu...
Hanya Ibu yang Paling Tahu Sepulangnya raga dari kelamnya malam Aku tuai asa karena semerbaknya aroma sedap malam Langkah terpingkal, kecewa tak menemukan cinta yang sempurna… Fajar merah memburat dengan mesra Salam sapa ibu tampak hangat sehangat mentari pagi. Bahasanya sejuk bak embun yang menyelimuti dedaunan hijau... Ia berkata sembari memberi senyum khasnya; Apa yang engkau cari sehingga pergi ketika malam, nak? Bila engkau ingin belajar tentang cinta,...
Oleh: Alfa Edison Missa Rindu di penghujung malam Dingin yang menusuk tulang-tulang malam Lelah semakin merana dalam kebisuan Puisi terus mengupas kulit-kulit gelap Berkas lamunan tertumpuk dalam mimpi. Percikan embun menghembuskan kerinduan Segudang cerita basah dalam ingatan Batin kembali dihantam rindu yang kaku Kenangan lelap tertidur dipelukan waktu Nyala lilin bersinar mengusap wajah gelap Kepalang tangan bersimpuh kerinduan Bersemayam diatas pangkuan sang malam Bicara tanpa suara merindu tanpa temu Hukum dunia malam menusuk bola...
Oleh: Ratnasari D. Jawa Ito Ame, Rindu Untukmu                                                Ame...                 Semalam rembulan mengusik sukma Berapi-api rindu ini tak padam Membakar seluruh raga. Mengusik ketenangan tanpa jawaban. Pergi membawa semua tawa Meninggalkan luka di hati. Ame... Namamu masih seistimewa itu didalam relung hati. Sekali bahkan berkali-kali Aku coba membuang segala rasa akan dirimu, namun Kau tetap kembali Di setiap sudut kenangan tanpa cacat. Ame.... Mengapa tak memberi alasan apa-apa Untuk kepergianmu Tak ada yang memberi jawaban Atas kerinduan...