Oleh: Riko Raden Pagi itu, suasana Kota Ruteng masih dingin dan sedikit mendung bahkan sempat beberapa menit terjadi gerimis. Orang-orang kota tak satu pun yang berani duduk parkir di depan rumah. Sementara itu, matahari pagi tak bersinar seperti biasanya. Cukup gelap meliputi kota ini. Kabut tersebar di mana-mana bahkan sempat masuk ke dalam rumah warga. Suasana kota pagi itu sepi....

Janji Palsu

0
Oleh: Hilarius Darson "Engkau tega, Yasmi. Hatimu benar-benar tega. Aku tidak pernah menyangka hatimu seperti ini. Engkau benar-benar tidak menghargai cintaku yang tulus ini. Sudah bertahun-tahun aku menjaga cinta ini, tapi engkau mengakhirinya dengan sesaat saja" ungakapan penyesalan Rino sambil menatap foto seorang gadis yang sangat dicintai dalam handphone-nya. Sebening dari pelupuk matanya pun jatuh pada layar HP yang sedari tadi...
Oleh: Ata Tombe Tak ada yang lebih tabahDari hujan bulan JuniDirahasiakannya rintik rindunyaKepada pohon berbunga ituTak ada yang lebih bijakDari hujan bulan JuniDihapusnya jejak-jejak kakinyaYang ragu-ragu di jalan ituTak ada yang lebih arifDari hujan bulan JuniDibiarkan yang terucapkanDiserap akar pohon bunga itu Hujan Bulan Juni adalah salah satu puisi yang membesarkan nama sastrawan besar Indonesia, Sapardi Joko Damono selain puisi "Aku...

Karena Dia

0
Oleh: Hilarius Darson Gejala frustasi akut mulai timbul pada diri Markus. "Markus", demikian sapaan bagi pria yang kini usia pernikahannya kurang lebih 10 tahun. Sampai sekarang belum punya anak. Ia mengalami kekecewaan yang mengungkung hidupnya. Punya istri cantik, punya banyak sawah, dan punya banyak hewan peliharaan namun tidak membahagiakan. Markus terkadang mengeluh sendiri dan putus asa. Isterinya suka bertandang ke...

Casello

0
Oleh: Hardi Sungkang Belum setahun mereka pergi tanpa tanda. Tanpa pamit dan senyuman. Dunia tampak gelap. Harapan kosong dan rindu semakin mencekam. Sukma ragaku ditelan pupus dan asa. Sedih. Dunia ini tua. Setua umur ibu dan bapakku. Hampir saja negeri ini pergi meninggalkan angin kebencian. Angin kedengkian. Lalu, ke manakah arah asa dan ragaku melayang dan bersandar? Kecewa. Aku kecewa...