Oleh: Hedwig Randalinggi


Aku masih ingat…

Bagaimana keras kepalaku hanyut dalam sabarmu
Bagaimana penatku bangkit dalam semangatmu
Bagaimana amarahku lebur dalam senyummu

Aku masih ingat…

Kau yang menyelipkan makna di antara resahku
Kau yang mencari pulangku di antara sikap tak acuhmu
Kau yang mencumbu jarak di antara dalamnya rindu

Aku masih ingat…

Pada lapangmu untuk dustaku
Pada penerimaanmu untuk kurangku
Pada dekapmu untuk segala jatuhku

Lalu… Bagaimana aku bisa melupakan ingat yang masih begitu melekat ini?

Jangan menghakimi
Aku sedang mencoba, sayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here