Oleh: Maria Yohana Juita Marsil

Malam kembali berbincang
Kini kelopak mata mulai bercerita
Bersama gelembung kelam
Menyepi di tengah kebisingan
Pada ramuan kian menjamu
Bertahan dengan rongsokan sepi
Menyesak dalam relung jiwa

Menyogok sempat untuk sejenak
Ditelan ribuan silau yang menyamar
Masih membisu di telan keheningan
Menepi perlahan membuyar
Seiring bisikan hati penuh tanda
Andaikan nyata engkau di sini
Mengisi kosongnya relung yang rapuh

Tak secercah di kejauhan akan jawaban
Untuk setiap kata yang menyesak
Mendamai rasa untuk bersua
Hingga kepungan hasrat mampu berguling
Rengsokan sepi kian menggumpal
Masih bergurau dengan suka yang sama
Dalam benturan sukma masih menunggu
Bersama sujuta kerinduan untukmu di sini
Menyisihkan kasih itu tetap sama

Nampak raga tuk saling sapa
Membingkis butiran rinduku yang tercecer
Masih menunggu dentingan waktu
Mendekapmu dalam pelukan
Sambil menatap senja yang kian pamit
Menyuguh rasa dengan riuh candamu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here