Albertus…

Ingatkah kau awal kita jumpa?
Kita bertukar nomor handphone
Setiap detik, menit, jam, kau menelponku

Kau selalu bilang aku cantik
Aku tersenyum malu
Mungkin itu caramu membuat ragaku nyaman

Albertus…

Selaksa kenangan telah kita lalui
Duka masa lalu pun kita lupakan
Banyak suka duka telah dilewati
Hatimu tetap penuh dengan cinta

Albertus…

Kau memanggilku dongki aku pun begitu
Kau memanggilku gila aku pun begitu
Terdengar aneh tapi berkesan

Albertus…

Ingatkah kau di sudut kota?
Aku marah saat itu
Kau hanya diam dan tetap tersenyum

Kau bilang…
Aku cinta padamu, Aurelia
Jangan marah lagi, nanti cantikmu pudar
Bibir merahmu akan luntur, aku minta maaf
Alis matamu tak rapi lagi karena kau marah
Sini aku rapikan
Sambil memelukku…

Ah sayangku, Albertus…

Nyata atau palsukah ini?
Sebaik itukah kau?
Setabah itukah kau menghadapi keras kepalaku?

Kau hebat…
Jangan membuatku babak belur dihajar penasaran…
Jangan membuatku diselimuti cinta yang membabi buta

Albertus, apa kau tahu?
Dia sudah menyesal
Jalan tanpa tujuan
Berpura-pura bahagia dibalik kehancuran

Albertus, dongkiku…

Jangan cemas
Dibalik dukamu ada banyak yang mencintaimu

Albertus, ndhesibotekku…

Banyak orang melihat sisi burukmu
Tapi aku mencintai buruk maupun baikmu
Aku pun punya banyak sisi itu
Bukan hanya aku atau pun kau saja, mereka juga

Albertus…

Tak perlu cemas pada mata dan hatiku
Mata sudah kubutakan untuk yang lain
Begitupun hati sudah kututup untuk yang lain

Albertus, kesayanganku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here