PUISI-PUISI YAJHEN JEHAMAN

Jalan Masih Panjang

Aku telah cukup lama berjalan di padang ini
Merangkak bagai anak-anak
Tubuhku penuh lumatan yang berbau busuk
Memandang jalan yang masih jauh di sana
Jalan yang pernah aku lalui sebelumnya

Pada bahuku ada kayu berpalang
Sekali-kali aku membencinya
Membuangnya pada semak-semak derita
Kemudian mengambilnya dalam luka memar
Menjadi teman di awal dan akhir perjalanan ini

Adalah pagi dan petang menjadi saksi bertapa lamanya jalan ini
Saat sebuah kendi berisi pengampunan dan peta jalan
Memberiku petunjuk tentang debu yang fana
Seketika aku terkapar betapa dengkilnya aku ini

Dan petunjuk itu adalah saat waktu
Pertama kali aku berjumpa di lembah
Dan berakhir di padang ini
Sedang usia kini makin renta

Kakiku rasanya tidak kuat lagi
Tak ada yang berubah menjadi kehampaan
Sebab jalan belum memandangku dengan baik
Dan pelita belum memberikan ruang untukku jejali

Berkali-kali langkah ini harus berhenti
Sebab disetiap kaki ini melangkah
Jejak terkubur dan menghilang
Dan esok di awal mentari dan di barisan akhir sang fajar
Aku ingin menyapamu dan memberikanmu sebuah kado jalan panjang ini

Sungguh dalam panjangnya perjalanan ini satu yang ku pinta
Di akhir senja hari ini ada pertemuan dan perjumpaan
Yang mengantarku pada ruang pembaringan yang paling aman
Untuk meletakkan kepala dan kakiku yang memujaMu disepanjang jalan.

Aku dan Tuhan

Pagi ini ada mawar di berandaku
Berbunga layaknya sang gadis
Sedang berbulan madu di beranda bulan
Mewakili rindu pada ciuman iman dan rangkul pelukan
Saat itu aku pernah berkata
Kita pernah bercumbu di bawah ruang sepi
Menarik setiap doa dan kidung
Untuk memeluk hangatnya pagi
Meninkmati setiap butiran hujan dan desiran kata
Dibalik ruang sunyi
Itu suaraMu,, Tuhan.

Scalabrinian Nita, 30 Agustus 2020

Penulis; Sedang menuntut pendidikan di STFK Ledalero, berdiam di Rumah Pembinaan Scalabrinian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here