Oleh: Willem Berybe

1/
kau selalu mengoyak kesunyianku
menerabas ruang hidup
pijar penasaran
membakar tubuh

kau selalu meringkik
tanpa batas
di atas jemari ilalang
memanggil kata yang hilang

kau selalu berkelana
di atas langit merah
imajinasi merunduk ke bumi
mencari jati diri penuh misteri

kau selalu bungkam
sejuta rasa dan kata
nalar merayap di antara
tulang-tulang padang
tembok leluhur dan taman marapu*

2/
detingkan sekali lagi
siur-siur ilalangmu
supaya aku ke sana
kirim gontai kuda pada nafasku
untuk merenda giring-giring angin

3/
kau serba niskala
mengusik seruni puisi
saban hari

*kepercayaan suku asli Sumba, NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here