Oleh: Patrick Poto

Malam ini, angin malam datang
Menyapu kenangan dalam benakku
Dan hujan menerobos masuk
Lalu menyetubuhi tanah kering

Napas tanah menguap dengan cepat
Seakan membawa lari
Sejuta ketakutan dalam hidupnya
Dan hujan di malam ini
Membasahi pipi sang pujaan hati

Hujan kali ini tak seperti biasanya
Kini, kedatangannya lebih dahsyat
Seakan memukul mundur angin malam
Yang menyapu pipi sang kekasih

Waktu memaksaku untuk terus menunggu
Dalam kebisingan dan keributan
Di balik bilik kota ini
Namun aku dibuat kagum
Dengan sebuah pertemuan itu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here