Oleh: Eddy Naur

Masih terlalu
Engkau masih terlalu tangguh
Saat sandaran keluh kesahku
Selalu ada di pundakmu

Masih terlalu
Engkau masih terlalu kuat
Saat tanganmu jadi kekuatanku
Dalam memegang kuat
Langkah hidupku

Masih terlalu
Engkau masih terlalu baik
Saat hatimu selalu berpikir tentangku
Walaupun usiaku beranjak dewasa

Masih terlalu
Engkau masih terlalu diharapkankan
Saat gelisahku jadikanmu
Tempat curahan hidupku

Masih terlalu
Engkau masih terlalu dibutuhkan
Saat hatiku pedih
Pedih meratapi nasib belum pasti

Masih terlalu
Engkau masih terlalu jadi panutanku
Karena engkaulah satu-satunya yang telah membesarkanku
Engkaulah Ayah dan Ibuku
Yang kubutuhkan setiap waktuku

Ruteng, 30/06/2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here