Oleh: Ingrida Santriana Nice

Apa kabar setelah sebelas tahun berpisah?
Aku rindu bersua muka
Tidak apa-apa jika tak lama
Aku hanya ingin menikmati senyummu
Dengan paras yang kian dewasa

Dulu kemana-mana berdua
Tiada hari tanpa marah-marah
Seperti orang dewasa yang tengah jatuh cinta
Tapi nyatanya saat itu usia kita masih terbilang belia
Belum waktunya berbicara tentang cinta

Adakah terngiang di benakmu
Tentang senja kala itu
Saat kau memarahiku
Lalu aku lari
Bersembunyi dan menangis di kamarku

Tok…tok…tok
Berkali kau mengetuk pintu itu
Dengan suara lirih kau memanggil namaku
Sembari mengatakan “maafkan aku”

Andaikan kau tahu
Kata maaf yang kau ucap saat itu
Begitu menyentuh hatiku
Aku tersenyum, lalu menyeka air mataku
Kemudian membuka pintu dan kembali menjumpaimu

Jika mawar itu dulu tak layu
Mungkin saat ini Dia masih mekar, di sini bersamaku
Ya… Mawar yang kau petik dari taman rumahku
Sebagai tanda tulusnya kau meminta maaf padaku

Dan usai senja berlalu
Kau mengajakku untuk duduk di depan teras rumahku
Kau tahu jika aku kedinginan saat itu
Hingga spontan kau tanggalkan sweater kesayanganmu
Menatapku dan berkata “ini untukmu”

Aku rindu
Aku menunggumu
Di tempat ini
Tempat kau dan aku
Berbagi tawa sebelas tahun lalu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here