Oleh: Kanis Rade

Manisnya mentari pagi
Menghitung sejuta kata dalam dekapan makna
Terlihat alunan kecupan dibelahan bibir
Membayar lunas kepastian kesetiaan

Secangkir kopi panas
Menyatukan ke dunia imajinasi
Mendominasi percakapan kopi
Ia menceritakan banyak hal
Tentang panasnya hidup

Terukir pada pagi yang tak lagi kelam
Terlihat seorang petualang muda
Berwajah cerah dermawan
Berbaris di pelantaraan lorong kebisuan

Terlintas langit kelabu bumi abu-abu
Membasahi hati hingga benih cinta bertumbuh
Bersua menikmati buah cinta perhatian
Membuatmu berkeringat pilu
Memohon Tuhan tak tersesat dalam doanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here