Oleh: Sonny Kelen

Suatu malam di ruang isolasi
Gelisah dan rahasia bertindih di lepas teras
Mungkin Ia – seorang perempuan
Bertubuh ramping
Berbajuh ziarah di atas pelana
Hanyalah masa lalu yang hidup sebagai kenangan
Ia berderai di ruang isolasi
(Para dokter sedang mengusapnya di media sosial,
di surat kabar, televisi atau tadio)
Padahal rindu sudah menumpuk di tengah dada tuk pulang
Merayakan pertemuan bersama mereka yang Ia namakan keluarga

“Hanya ruas tubuhmu yang dapat disebut,
ketika harus kuucapkan doa sebelum tidur”
Diucapkannya kalimat itu sembari mengelus dada
Juga dalam hati Ia pecah luka paling merah
Yang tak mampu Ia sembuhkan sendiri
Pada cinta dan perjuangan yang setia

“Tuhan aku akan pulang kepadaMu,
jangan ciptakan lagi perpisahan di tempat ini”
Pintanya
Dengan tergesa Ia mencerca
Seperti penjaga malam
Mengucapkan perang sebelum terang
Dan suhu pun mencatat kembali
Sebuah derajat kehilangan
Dari seorang perempuan di ruang isolasi

Penulis; Sekarang tinggal di Unit Gabriel Ledalero.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here