Oleh: Sandi Kantur

Kau rengkuh aku dalam nestapa
langkah pun kugontai penuh kepalsuan,
kau pinang sisa hidupku dengan sembilu berbisa
Hingga kau hisap darahku tanpa sisa

Sayang…
Simpan rapatlah jemarimu yang sempat menari pada sisa malamku
Teguklah sisa rindu dengan senandung memelas dahagaku
Karena rinduku tersesat bersama rasa yang penuh gamang di serambi tak bertuan

Sayang…..
Kita sedang menanti; apakah setia di ujung hayalmu ataukah aku mengharap rembulan luruh di ceruk mataku?
Taka ada lagi tempat sembunyi
Setelah cinta mencumbumu dalam ragu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here