Oleh: Rian Laka

Dibawah
Curhatan langit tua
dan perut bumi
yang sedang hamil muda
Imaji ku mengembara tak terarah
bagai janin puisi
yang tersesat di rahim malam

Sementara
kau hanyalah pengembara biasa
Tak bernyali
yang meludahi kesatriaan adam
saat hawa ditinggal pergi
Seperti pemulung bunting
yang kehausan gizi

Dimanakah
pundakmu yang kokoh
Jika tanggung jawabmu
Begitu saja
kau robohkan
dengan komedi egomu
yang tak lucu

Dimanakah
Nurani mu yang imani
Jika malaikat kecil mu
Kau tinggalkan
Penuh derita dan air mata
bersemayam sepi
di kandungan pilu

Ternyata
di tanah ini, baru kusadari
Bahwa, kau seperti waria
Yang mati rasa dengan wanita
Karena yang kau tau
hanyalah diri mu yang “binasa”

Kau seperti, mayat hidup
yang mati terkubur
di hutan rimba masa lalu
Tinggal kau pilih
Memulai tuk mengakhiri
atau mengkahiri tuk memulai
Disini, Janin mu menunggu jawabmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here