PUISI-PUISI NARDIANUS VIRGO

Waktu

Aku marah dengan mu
Aku benci dengan mu
Kau tinggalkan kenangan
Di saat kami bersama

Tiga tahun yang lalu
Aku hadir
Aku hadir
Bertemu bapak dan ibu guruku
Bertemu teman seperjuangan ku
Dengan nada riang gembira
Menjadi pelajar
Di almamaterku yang tercinta ini

Terima kasih jasamu
Oh… guru ku
Pengorbananmu kan kukenang
Ketulusanmu kan kutiru
Tanggung jawabmu kan
ku junjung
Jasamu kan kuukir
Dalam sanubariku

Tak banyak kata kuukirkan
Tak banyak bunga kuberikan
Untukmu guruku
Namun seuntaian doa kupanjatkan
Tuhan lindungilah mereka

Kini aku beranjak satu langkah
Mencari ilmu di negri seberang
Dengan gagah dan perkasa
Menuntut ilmu
Sampai usia menjemput

Deforestasi

(Meneropong keadaan Hutan Lok Pahar)

Senyuman lebar aku berikan
Ketika waktu itu aku melihatmu
Aku memandangmu
Dengan wajah yang cantik
Bagaikan seorang bidadari
Yang turun dari langit

Kecantikanmu
Keindahanmu
Membuat aku jatuh cinta
Baju hijau yang engkau pakai
Membuatku betah bersamamu

Kini aku bertanya
Masihkah engkau cantik?
Masihkah engkau memakai baju hijaumu?
Tuk menebarkan pesona indahmu

Apalah daya
Rasa bangga yang dalam dengan kecantikanmu
Kini mulai kusam dan pudar
Bagaikan rumah tak terawat

Keperawanan yang engkau miliki
Tlah hancur diperkosa
Kecantikan dan indahnya baju hijaumu
Tlah pudar dan kusam oleh sang penguasa

Nafsu dan ego trus mendorongnya
Ingin memiliki yang bukan miliknya
Suara lantang nan gagah dan perkasa
Datang silih berganti
Menamai aku adalah pemiliknya

Oh Tuhan…
Bukankah ini adalah pemberian-Mu?
Haruskah mereka menodainya?
Sadar dan sadarlah
Aku bukanlah milikmu

Penulis; Putra Manggarai Timur, tinggal di Sampit-Kalimantan Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here